Mengapa Gunung Burni Telong Masih Diperhatikan Meski Normal?

Mengapa Gunung Burni Telong Masih Diperhatikan Meski Normal?

KEPALA Badan GeologiMuhammad Wafid memastikan organisasinya terus mengawasi situasi vulkanik.Gunung Burni TelongYang telah berstatus Normal pada Sabtu, 1 November 2025, pukul 12 WIB. Perubahan status aktivitas gunung api di Kabupaten Bener Meriah, Aceh tersebut dikarenakan tingkat gempa yang menurun.

“Letaknya berdekatan dengan sesar aktif dan sangat dipengaruhi oleh peningkatan tekanan regional atau gempa tektonik lokal,” katanya, dalam keterangan tertulis, Sabtu, 1 November 2025.

Pada tanggal 22 September 2025, Badan Geologi pernah meningkatkan status Gunung Burni Telong dari Normal menjadi Waspada. Pada waktu itu terjadi sebanyak 41 kali gempa vulkanik, ditambah 11 kali gempa tektonik lokal.

Berdasarkan kondisi yang terjadi pada 22 September lalu, menurut Wafid, kini gempa vulkanik telah berkurang, menunjukkan penurunan tekanan di tubuh Gunung Burni Telong. Suhu di sekitar kawah juga tidak mengalami kenaikan, terlihat dari tidak adanya asap kawah.

Meskipun demikian, berdasarkan pengamatan gempa pada Oktober 2025, jumlah gempa tektonik lokal dan vulkanik di Gunung Burni Telong masih berfluktuasi. Dengan situasi tersebut, tim Badan Geologi tetap akan mengawasi aktivitas gempa di gunung yang tingginya 2.624 meter itu.

Wafid meminta masyarakat setempat serta para pendaki untuk tidak menginap di wilayah kawah solfatara yang berisi uap saat cuaca mendung atau hujan. “Karena konsentrasi gas bisa berisiko bagi nyawa,” katanya.

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *