Fakta Terbaru Mengenai MBG yang Diduga Mengandung Minyak Babi

Fakta Terbaru Mengenai MBG yang Diduga Mengandung Minyak Babi

ISU dugaanwadah makanan bergizi gratis (MBG) mengandunglemak babiMasih terus berlangsung. Sampai saat ini pemerintah belum juga mengumumkan hasil uji laboratorium wadah tersebut meski hampir sebulan telah berlalu sejak isu ini muncul pada pertengahan Agustus lalu.

Sedangkan dugaan ini berawal dari laporanIndonesia Business Postyang melakukan investigasi di wilayah Chaoshan, bagian timur Provinsi Guangdong, Tiongkok, yang diduga merupakan importir ilegal untuk program MBG.

Mereka menemukan pabrik tersebut memalsukan label “Made in Indonesia” dan logo SNI pada ompreng yang sebenarnya diproduksi di Tiongkok. Ompreng tipe 201 ini juga diduga mengandung kadar mangan (logam berwarna putih keabu-abuan) yang tinggi dan tidak cocok untuk makanan asam. Selain itu, ditemukan indikasi adanya penggunaan minyak babi atau lard dalam ompreng yang diproduksi.

Menanggapi temuan tersebut, Badan Gizi Nasional dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengatakan akan melakukan uji laboratorium untuk membuktikan kandungan lemak babi tersebut. Namun, hingga saat ini pemerintah belum mengumumkan hasil pengujian sampel tersebut.

BPOM Mengklaim Sudah Memiliki Hasil Uji Sampel

Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengatakan lembaganya telah selesai menguji sampel ompreng atau wadah makan bergizi gratis (MBG) yang diduga mengandung lemak babi. Namun, kata Taruna, BPOM tidak dapat mengumumkan hasil uji sampel ompreng MBG tersebut ke publik.

Alasannya, BPOM bersama dengan BGN, Kantor Komunikasi Kepresidenan, dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) telah sepakat untuk mengumumkan hasil uji sampel tersebut melalui satu pintu, yaitu melalui Kantor Komunikasi Kepresidenan.

Intinya, nanti akan diumumkan bersamaan.Pemimpin“Sektor yang bertanggung jawab atas pengumuman hasil ujian ini berada di Kantor Komunikasi Kepresidenan,” kata Taruna saat diwawancarai di kompleks Dewan Perwakilan Rakyat, Senayan, Jakarta pada Senin, 15 September 2025.

Taruna mengatakan lembaganya menguji tujuh sampel obat herbal MBG. Sampel tersebut dikirim oleh Kantor Komunikasi Kepresidenan. Selanjutnya, BPOM mengujinya secara profesional dan berdasarkan standar ilmiah.

Kepala BGN Mengatakan Belum Menerima Laporan

Berbeda dengan pernyataan BPOM, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan bahwa dia tidak mengetahui hasil uji sampel ompreng atau wadah makanan bergizi gratis yang diduga mengandung lemak babi. “Belum ada laporan resmi,” kata Dadan melalui pesan tertulis pada Selasa, 16 September 2025.

Sebelumnya, Dadan mengatakan bahan baku minyak memang digunakan dalam proses pembuatan ompreng MBG. Ia berdalih, minyak tersebut hanya digunakan pada mesin saatpengukiranatau proses membentuk lembaran atau gulungan logam menjadi bentuk yang diinginkan. “Bahanpiring makanankombinasi kromium dan nikel. Minyak digunakan pada mesin saat stamping, bukan padapiring makanan,” kata Dadan, pada Kamis, 28 Agustus 2025.

Hasil Uji Laboratorium Terbaru di Tiongkok Menemukan Minyak Babi

Pemasok ompreng makan bergizi gratis yang juga menjabat sebagai Sekretaris Pengurus Wilayah Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama Jakarta (PW RMI NU Jakarta), Wafa Riansah, mengirim sampel minyak pencetak ompreng ke Shanghai Weipu Testing Technology Group di Tiongkok.

Hasil uji laboratorium sampel tersebut menunjukkan adanya penggunaan minyak babi dalam produksi wadah makanan bergizi ini.

Wafa bercerita, ia pertama kali menemukan penggunaan minyak babi dalam ompreng saat berkunjung ke pabrik ompreng di Tiongkok. “Ternyata kami menemukan minyak babi di sana. Jadi saya tidak jadi mengimpor,” kata Wafa kepadaWaktu, Selasa, 16 September 2025.

Ia kemudian membawa sampel minyak itu ke Indonesia dan mencoba mengujinya di perusahaan pengujian, inspeksi, dan sertifikasi PT Superintending Company of Indonesia (Sucofindo). Namun, Sucofindo menyatakan tidak bisa menguji karena keterbatasan metode. Wafa kemudian mengirim sampel tersebut ke laboratorium Weipu di Tiongkok.

Tempomelihat dokumen hasil uji laboratorium bernomor SHA03-25091211-FX-01CnEnR1. Weipu menganalisis sampel dengan tiga metode, yaituSpektrometer Inframerah Fourier(FTIR)kromatografi gas spektrometri massa(GC-MS), danspektrometer resonansi magnetik nuklir(NMR)

“Komponen utama lemak babi olahan adalah lemak, yaitu trigliserida,” demikian tertulis dalam kesimpulan laporan tersebut.

Dalam lembar data keselamatan bahan, komponen utama sampel terdiri dari minyak dasar sintetis, ester sintetis, parafin terklorinasi, lemak babi sintetis, aditif antikarat, dan bahan pelumas.

Anastasya Lavenia, Dinda Shabrina, dan Dian Rahma Fika berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *