Dana BUMDes Di Kampung Sukajawa Diduga Ada Indikasi Dikorupsi
Lampung Tengah – Dugaan Penggelapan dana BUMDes menghebohkan warga Desa Sukajawa bumi ratu nuban, Lampung Tengah.
Dana ratusan juta rupiah yang semestinya digunakan untuk pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat desa justru diduga kuat dijadikan bancakan oleh oknum aparat pemerintah desa, khususnya Kepala kampung sukajawa, Alih-alih meningkatkan ekonomi warga, anggaran tersebut malah disinyalir korupsi.
Ketika awak media menyoroti dan meminta klarifikasi kasus ini, Kepala kampung very Johanes justru menghindari para media.
Pakar Komunikasi Politik ,Prof. Dr. Anna Gustina Z., S.Sos., M.Si.., mengecam keras sikap Kepala kampung sukajawa yang dinilainya pengecut dan tidak pantas menjadi aparatur pemerintah. Menurutnya, pejabat publik yang dibiayai uang rakyat melalui APBDes wajib terbuka dan siap diawasi.
”Jika kepala kampung tidak mau dikonfirmasi lalu bagaimana tugas kontrol sosial para media , apakah di abaikan” tegasnya.
Anna menambahkan, bila Kepala kampung Sukajawa merasa tidak bersalah, tidak ada alasan untuk menghindari wartawan.
”justru menunjukkan ada yang disembunyikan. Itu pertanda tata kelola pemerintahan desa yang bobrok. Jika tidak siap dikritik, lebih baik mundur dari jabatan,” ujarnya.
Warga berharap kejelasan segera muncul dan dana yang hilang bisa dipertanggungjawabkan.
Menanggapi berbagai dugaan tersebut, sejumlah warga sekitar berharap adanya pemeriksaan menyeluruh oleh Inspektorat Lampung Tengah untuk mengaudit pengelolaan keuangan desa, termasuk dana BUMDes.
Warga menekankan pentingnya penanganan secara transparan, objektif, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan guna menjaga kepercayaan publik terhadap tata kelola keuangan desa.
Awak media akan melaporkan dugaan ini kepada inspektorat dan kejaksaan negeri Lampung Tengah. (Tim-Red)
