Pemkot Sorong Merespons Cepat Aksi Warga Menanam Pisang di Kompleks Kampung Pisang, Jalan Perkutut
, SORONG –Pemerintah Kota (Pemkot) Sorong, Provinsi Papua Barat merespons cepat tindakan penanaman pisang oleh warga Komplek Kampung Pisang, Jalan Perkutut.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Pemkot Sorong, Thomas Jitmau, langsung turun bertemu warga, Sabtu (16/8/2025).
“Tadi malam ketika Kaka melihat informasi itu di grup, kami langsung turun dan bertemu warga di Kampung Pisang, Sorong,” ujar Thomas kepadamelalui WhatsApp.
Ia mengatakan, masalah di Kampung Pisang adalah bentuk sikap kritis warga dalam mengoreksi kebijakan pemerintah, dan bagi dirinya aksi tersebut merupakan kontrol sosial.
Mereka turun ke lapangan semalam, dan bertemu dengan warga agar bisa mencari solusi atas masalah tersebut.
“Saya ingin menyampaikan bahwa saat ini Pak Wali Kota Sorong telah melihat kebijakan prioritas, dan semua ini sementara berjalan,” katanya.
Masalah banjir, pendidikan gratis, serta sejumlah program prioritas lainnya termasuk pembangunan infrastruktur.
“Terhadap ruas jalan ini kami sudah merencanakan agar dikerjakan tahun ini juga, saya kemarin melihat informasi juga kaget,” katanya.
Mereka berpesan bahwa ke depan, jika ada masalah di lapangan, termasuk jalan dan kekurangan lainnya, dapat dikoordinasikan ke pemerintah daerah.
Sebelumnya, beberapa warga Kampung Pisang menanam pohon pisang di Jalan Perkutut, Distrik Sorong, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu (16/8/2025).
Pengawasan, aksi menanam pohon pisang sekaligus memasang umbul-umbul Merah Putih itu digelar sejak pukul 11.00 WIT hingga pukul 13.00 WIT.
Warga Jalan Perkutut Kampung Pisang, Fernando Duwit (41), mengatakan tindakan ini dalam rangka protes terhadap Pemerintah Kota (Pemkot) Sorong dan Provinsi Papua Barat Daya.
“Kami memiliki kompleks ini berjarak hanya 20 meter dari kantor gubernur dan wali kota, tapi jalan rusak tidak diperhatikan,” kata Fernando kepada.
Mereka bersama sejumlah warga berinisiatif untuk ikut merayakan HUT 80 RI dan menanam pohon pisang.
Aksi menanam pohon pisang dan memasang umbul-umbul Merah Putih pada momen kemerdekaan agar pemerintah daerah memperhatikan kondisi infrastruktur.
Fernando mengatakan, Jalan Perkutut rusak sekitar lima tahun, namun belum ada perbaikan.(/safwan ashari)
