WADUH! Nasib Tol Getaci Belum Menunjukkan Titik Terang, Pemerintah Sedang Melakukan Peninjauan Ulang
– Proses pembangunan Jalan Tol Gedebage-Garut-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci) yang kini menjadi Gedebage (Cileunyi) – Garut – Tasikmalaya (Cigatas) setelah pemotongan jarak, karena terkait dana ternyata masih harus ditunda lagi. Akibatnya, sejumlah warga Tasikmalaya dan Garut kecewa, karena penundaan ini telah dilakukan berulang kali.
Warga Tasikmalaya berharap proses pembangunan Tol Cigatas ini segera dilakukan agar akses jalan Tasikmalaya-Bandung dan kota-kota lainnya bisa lancar. Selain lancar, juga lebih cepat serta jarak tempuh menjadi berkurang banyak.
Namun bukan hanya nasib proyek Getaci atau Cigatas, tetapi nasib proyek jalan tol yang digagas pada masa Presiden ke-7 RI, Jokowi hingga kini masih terkatung-katung. Pembiayaan masih menjadi faktor utama yang menghambat proses konstruksi sejumlah proyek jalan tol tersebut.
Selanjutnya, empat proyek tol tersebut antara lain Tol Gedebage – Tasikmalaya – Cilacap (Getaci) yang kini dipersingkat menjadi Cigatas, Tol Gilimanuk – Mengwi, Tol Dalam Kota Bandung atau Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR), hingga Tol Puncak.
Meski Masih Belum Jelas, Pemkot Tasikmalaya Tetap Harus Bersiap Diri Sambut Tol Cigatas
Sejumlah warga Kota Tasikmalaya berharap pembangunan Tol Cigatas segera terwujud, karena penundaan tersebut telah terjadi berkali-kali. Apalagi, Tol Cigatas nantinya akan menjadi solusi perjalanan darat warga Tasikmalaya ke arah barat yang selama ini selalu menghadapi kemacetan di jalur Gentong.
Ketua Komisi II yang juga Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Tasikmalaya, Andi Warsandi menyebutkan bahwa segala kemungkinan yang akan muncul dan terjadi ketika Tol Cigatas beroperasi sudah terdeteksi oleh Pemkot Tasikmalaya. Karena, kata Andi, dengan dibangunnya Tol Cigatas dan Kota Tasik memilikikeluar tol, maka pasti roda pertumbuhan dan pergerakan ekonomi di Kota Tasikmalaya akan mengalami perubahan.
“Pemkot Tasikmalaya harus siap bersiap menghadapi berbagai kemungkinan, jika Tol Cigatas beroperasi. Bagi saya, soal penundaan itu urusan pemerintah pusat, tapi di sini kita harus mempersiapkan diri dengan segala kemungkinan saat beroperasi,” kata Andi kepadamelalui pesan elektroniknya beberapa waktu lalu.
Selanjutnya Andi menyebutkan bahwa dengan beroperasinya Tol Cigatas nanti, bisa saja Pemkot Tasikmalaya mencanangkan Kota Tasikmalaya menjadietalegeUMKM dan kuliner se-Priangan Timur misalnya. Sehingga, kata Andi, orang-orang yang datang ke Tasikmalaya atau hanya sekedar transit, nantinya memiliki tujuan yang pasti yakni berburu karya UMKM dan kuliner.
Sementara itu, salah seorang anggota IWAPI Kota Tasikmalaya, Hj. Dida Dimaskiah, mengaku setuju jika Tol Cigatas telah terwujud Kota Tasikmalaya menjadietalegeKarya-karya UMKM dan Kuliner Priangan Timur. Namun demikian, kata Hj. Dida hal itu tidak semudah yang ada dalam harapan, pikiran, dan perencanaan kita. Karena biasanya fakta di lapangan berbeda dengan apa yang kita harapkan dan kita rencanakan.
Saya kira banyak karya-karya UMKM atau kuliner yang bagus dan menarik, tapi masalah utamanya adalah terletak padakemasandan pemasaran. Oleh karena itu, banyak hal yang harus dilakukan dan dituju oleh para pengambil kebijakan agar ketika Tol Cigatas beroperasi, semuanya sudah siap dan tinggal berjalan,” kata Dida yang juga aktivis Gapensi Kota Tasikmalaya saat diwawancarai.beberapa waktu lalu.
Jalur Tol Cigatas Masih Belum Jelas
Nasib pembangunan Tol Cigatas saat ini masih belum menunjukkan titik terang. Setelah dua kali lelang, tetapi gagal mendapatkan investor, pemerintah saat ini sedang melakukan peninjauan ulang terhadap proyek tersebut.
Hal itu dijelaskan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU, Rachman Arief Dienaputra di Jakarta bahwa saat ini pemerintah berencana melakukan review ulang terhadap proyek tersebut. “Sedang dilakukan review dan memang prosesnya lama. Untuk Getaci kita menunggu alokasi uangnya untuk melakukan review,” kata Rachman.
Menurut Rachman, pemerintah berencana kembali memangkas panjang ruas Tol Getaci yang akan dibangun pada tahap awal hanya sampai Tasikmalaya saja. Padahal sebelumnya, tahap awal dijadwalkan dibangun hingga Cilacap, kemudian sempat dipangkas hingga Ciamis.
Menurut Rachman, revisi tersebut dilakukan untuk meningkatkan minat dan kemampuan investor agar dapat melaksanakan proyek tersebut.
Perlu diketahui jauh sebelumnya, Tol Getaci digadang-gadang akan menjadi jalan tol terpanjang di Indonesia. Namun, tol ini gagal menjadi jalan tol terpanjang karena ruasnya terus dipangkas untuk meningkatkan minat investor.
Awalnya, Tol Getaci dirancang akan menghubungkan Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah, dengan rincian sepanjang 171,40 km berada di wilayah Jawa Barat dan sepanjang 35,25 km di Jawa Tengah.

Tol Getaci terdiri atas 4 seksi yaitu Seksi 1 Junction Gedebage – Garut Utara (45,20 km), Seksi 2 Garut Utara – Tasikmalaya (50,32 km), Seksi 3 Tasikmalaya – Patimuan (76,78 km), dan Seksi 4 Patimuan – Cilacap (34,35 km). Dengan demikian, jika konstruksi tahap pertama dipangkas hingga Tasikmalaya, maka total panjangnya diperkirakan hanya ada di kisaran 50,32 kilometer.***
