Polsek Metro Penjaringan Diduga Mengabaikan Dan Lalai Dalam Menangani Kasus
Media investigasi| Jakarta – Pada jam 16.30, Jum’at, 30/1/2026. Korban yaitu seorang santri (NR) dengan temannya menunggu grab dengan tujuan terminal bis yang menuju ke malang.
Korban (NR) yang Ketika itu membawa tas warna biru denga nisi sejumlah uang dengan total 5000 SAR dan $400 didatangi 4 orang mengendarai 2 sepeda motor yang salah satunya mengaku bahwa keponakannya adalah korban jambret dan sedang diurut di sebuah tempat.
Pelaku Ketika itu menuduh korban(NR) sebagai seorang yang menjambret keponakannya dan korban dipaksa untuk ikut naik Bersama keatas sepeda motor untuk dibawa ke tempat keponakannya, korban pun ikut dengan pelaku dan menitipkan tas biru kepada temannya (S),korban(NR) dibawa oleh pelaku kesebuah tempat yang cukup jauh dari tempat korban menunggu grab.
Ketika sampai disebuah tempat pelaku berkata ingin menjemput kepokanannya, selang lama tidak Kembali ternyata pelaku Kembali ke tempat teman korban(S) menunggu dan pelaku berkata kepada teman korban (S) bahwa korban(NR) ingin mengambil tasnya, lalu karena teman korban (S) tidak percaya ia pun diajak oleh pelaku untuk pergi ke tempat korban(NR) yang sedang menunggu namun ternyata teman korban(S) diantar ke tempat yang berbeda dan dipaksa untuk memberikan tasnya karena pelaku mengatakan korban (NR) membutuhkan kartu identitas yang ada didalam tas korban(NR).
Teman korban pun percaya dan memberikan tasnya kepada pelaku, pelaku pun pergi dan tidak berapa lama pelaku datang lagi ketempat teman korban untuk memberikan tasnya, Ketika teman korban tersebut memeriksa tasnya ternyata isi tas sudah ludes, namun sebelum sadar bahwa pelaku adalah maling ia sudah terlebih dahulu kabur menggunakan sepeda motornya.
Teman korban (S) berusaha mengejar pelaku dengan dibantu oleh beberapa warga sekitar yang melihat kejadian hal itu, namun nihil karena pelaku sudah terlebih dahulu pergi menjauh dan tidak dapat terkejar, sadar bahwa korban (NR) sudah menunggu cukup lama ia pun merasa ada yang janggal dan mengetahui bahwa semua hal ini adalah penipuan dan pencurian.
Ia pun Kembali ke tempat ia menunggu grab dan mendapati salah seorang komplotan (R) membawa sepeda motor, akhirnya korban (NR) menuntut kepada (R), namun karena ia tidak mau mengaku akhirnya (NR) memintanya untuk menjelaskan di KANTOR POLISI, (NR) pun diantar oleh (R) ke KANTOR POLISI lalu (NR) menceritakan kronologi pencurian.
Polisi Ketika itu sempat menginterograsi (R) namun hingga saat ini (4 hari berlalu) (NR) masih menunggu kabar dari kepolisian.
