Hujan Abu Tipis Guyur Kemalang, Aktivitas Warga Tetap Normal Usai Awan Panas Merapi

Hujan Abu Tipis Guyur Kemalang, Aktivitas Warga Tetap Normal Usai Awan Panas Merapi

KILAS KLATEN– Beberapa wilayah di Kecamatan Kemalang dilapisi hujan abu halus setelah terjadinya awan panas guguran dari puncak Gunung Merapi, pada hari Minggu (2/11/2025) siang.

Namun demikian, kejadian tersebut tidak memberikan pengaruh besar terhadap kegiatan penduduk maupun industri pariwisata di sekitar kaki Gunung Merapi.

Warga Desa Sidorejo, Sukiman, mengakui terjadinya hujan abu di sekitar objek wisata Deles Indah, meskipun intensitasnya sangat rendah dan berlangsung hanya sebentar sekitar pukul 12.30 WIB.

“Hujan abu berlangsung singkat, penduduk tetap menjalani kegiatan seperti biasa,” katanya.

Petugas pariwisata pernah membagikan masker kepada pengunjung dan penduduk sebagai tindakan pencegahan.

Selain di Sidorejo, hujan abu halus juga dilaporkan terjadi di Desa Tegalmulyo, khususnya di wilayah KRB III, tetapi segera menghilang setelah terbawa oleh hujan lebat, menurut informasi dari warga setempat, Subur.

“Hujan abu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB di kawasan KRB III. Hujan abu yang tipis telah terbawa oleh hujan lebat,” ujar salah satu warga Tegalmulyo, Subur.

Hujan abu halus juga pernah terjadi di kawasan Desa Balerante, Kecamatan Kemalang.

“Untuk hujan abu yang tipis tadi sekitar pukul 14.30 WIB,” kata Kaur Perencanaan Desa Balerante, Jainu.

Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Syahruna, menyampaikan bahwa hujan abu halus dilaporkan terjadi di berbagai daerah.

Di antaranya berada di wilayah Desa Balerante dan Sidorejo, Kecamatan Kemalang.

Berdasarkan data dari Badan Geologi, awan panas letusan terjadi pada pukul 11.04 WIB.

Perkiraan jarak lempar sejauh 2500 meter dengan amplitudo maksimum 59 mm selama 279,5 detik.

Awan panas letusan terjadi pada pukul 11.11 WIB.

Perkiraan jarak terbang sejauh 2.000 meter dengan amplitudo tertinggi 50 mm dan waktu selama 236,4 detik.

“Hujan abu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB di kawasan KRB III. Hujan abu yang tipis telah terbawa oleh hujan lebat,” ujar salah satu penduduk Tegalmulyo, Subur.

Hujan abu halus juga pernah terjadi di kawasan Desa Balerante, Kecamatan Kemalang.

“Untuk hujan abu yang tipis tadi sekitar pukul 14.30 WIB,” kata Kaur Perencanaan Desa Balerante, Jainu.

Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Syahruna, menyampaikan bahwa hujan abu halus dilaporkan terjadi di beberapa daerah.

Di antaranya berada di wilayah Desa Balerante dan Sidorejo, Kecamatan Kemalang.

Berdasarkan data dari Badan Geologi, awan panas letusan terjadi pada pukul 11.04 WIB.

Perkiraan jarak terbang sejauh 2500 meter dengan amplitudo maksimum 59 mm selama 279,5 detik.

Awan panas letusan terjadi pada pukul 11.11 WIB. Perkiraan jarak penyebaran sejauh 2.000 meter dengan amplitudo tertinggi 50 mm dan durasi selama 236,4 detik.

Awan abu letusan kembali terjadi pada pukul 14.27 WIB dengan arah menuju barat daya.

Jarak tembak sejauh 2.000 meter dengan maksimal 27 mm selama 197 detik, arah angin menuju timur.

Aliran abu panas dari Gunung Merapi terjadi pada pukul 15.00 WIB.

Perkiraan jarak luncur sejauh 1.500 meter ke arah barat daya dengan amplitudo tertinggi 12,48 mm dan durasi 142,66 detik. Cuaca berkabut.

Status aktivitas Gunung Merapi saat ini berada pada tingkat waspada.

Status telah ditetapkan sejak 5 November 2020.

Warga diharapkan tetap mengikuti rekomendasi yang diberlakukan serta mengawasi perkembangan aktivitas Gunung Merapi terbaru melalui situs resmi.

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *