Pertamina Kalimantan Periksa Laporan Konsumen Pertalite Terkontaminasi Air
–Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan segera merespons dan menindaklanjuti laporan pelanggan mengenai dugaan Pertalite dicampur air di beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Banjarmasin.
Mengikuti laporan masyarakat mengenai gangguan pada kendaraan yang diduga disebabkan oleh pengisian BBM jenis Pertalite di beberapa SPBU di wilayah Banjarmasin, Pertamina melakukan pemeriksaan untuk memastikan pelayanan dan distribusi BBM sesuai aturan.
“Pertamina terus melakukan pengujian kualitas dan jumlah (Quality Quantity/QQ Check) serta melakukan pengujian nozzle atau akurasi pengukuran dispenser di berbagai SPBU wilayah Banjarmasin,” kata Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Isfahani sebagaimana dilaporkan dariAntara di Banjarmasin, Minggu (2/11).
Isfahani menyebutkan bahwa pemeriksaan dilakukan di dua lokasi, yaitu SPBU 64.702.02 Jalan A Yani Km 6 dan SPBU 64.701.08 Jalan Belitung Darat, Kuin Selatan, Banjarmasin. Sebelumnya, pemeriksaan serupa telah dilakukan di beberapa SPBU, salah satunya SPBU di kawasan Benua Anyar oleh tim Sales Area Retail Kalimantan Selatan.
Isfahani mengatakan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari upaya terus-menerus untuk memastikan bahan bakar minyak yang disalurkan kepada masyarakat sesuai dengan aspek kualitas dan kuantitas sesuai standar.
Pemeriksaan dilakukan terhadap tangki penyimpanan bensin dan sampel bahan bakar darinozzlepengatur, dengan hasil menunjukkan bahwa berat jenis (specific gravity) dan kadar kelembapan (water content) sesuai dengan standar dan tidak ditemukan tanda-tanda pencemaran air, sesuai dengan hasil pemeriksaan bersama lembaga independen sebelumnya.
Secara jumlah dan mutu, hasil pemeriksaan terhadap sampel di tangki penyimpanan maupunnozzlemenunjukkan bahwa produk Pertalite memenuhi standar teknis.
“Meskipun demikian, kami akan terus melakukan pengawasan dan pemeriksaan tambahan agar seluruh proses distribusi serta kualitas produk yang diberikan tetap memenuhi standar,” kata Isfahani.
Ia menekankan bahwa pengawasan terhadap kualitas dan volume BBM dilakukan secara berkala dan berlapis, baik di tingkat Terminal BBM maupun SPBU penyalur, sebagai wujud tanggung jawab Pertamina terhadap masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk memastikan bahan bakar minyak yang dijual di SPBU memiliki kualitas dan jumlah yang sesuai bagi seluruh pelanggan. Kami juga menghargai masyarakat yang melaporkan masalah atau pelayanan yang dinilai tidak memadai melalui Pertamina Contact Center 135, kami berkomitmen dan memberikan perhatian serius dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tambah Isfahani.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun menyampaikan bahwa Pertamina segera dan secara menyeluruh menangani setiap laporan dari masyarakat. Selain itu, pihaknya telah melakukan pengecekan kondisi di lapangan serta berkoordinasi dengan pihak SPBU, serta memberikan pendampingan kepada konsumen yang kendaraannya mengalami masalah.
“Setiap laporan dari masyarakat menjadi fokus utama kami. Selain melakukan pemeriksaan di SPBU, tim juga menemani konsumen yang kendaraannya mengalami masalah untuk diperiksa di bengkel. Pertamina juga memberikan kompensasi biaya kepada konsumen yang telah melakukan perbaikan sendiri,” kata Edi.
Edi menyampaikan bahwa Pertamina Patra Niaga menyediakan saluran pengaduan masyarakat untuk memberikan laporan atau keluhan melalui kanal resmi Pertamina Contact Center 135, email pcc135@pertamina.com, media sosial @pertamina.135, atau langsung ke SPBU tempat pembelian terakhir.
