Penutupan Togel Darat, Agar Beralih ke Online ?
Semarang, Forum Kota –
Togel Mulai Marak, Togel Makin Marak, Komitmen Kapolrestabes Dipertanyakan, Kapolda Diminta Tegas… Demikian kurang lebih Sorotan saya dan juga tokoh masyarakat yang sering mencuat di berbagai platform media, termasuk media sosial.
Lalu, setelah Togel Darat “Ditutup,” apakah masyarakat sudah terbebas dari Penyakit Perjuadian…?
Tentu saja Tidak…!
Penutupan Togel Darat, praktis seperti “Perda Anti Pengemis”, secara sekilas terlihat di kota tersebut tidak ada pengemis, tanpa mau memberikan solusi, agar para pengemis bisa mendapatkan penghasilan, dan tidak meminta-minta lagi. Yang penting kota terlihat bersih dari pengemis.
Demikian hal nya dengan Togel Darat, ratusan pekerja togel, dan penulis kupon togel nganggur. Ke mana mereka akan mendapatkan pekerjaan dengan upah setara UMK, sedangkan kebanyakan dari mereka adalah Non Skil, dan berpendidikan di bawah SLA.
Mungkin saja, para Pengambil Kebijakan ada yang berkata “EGP,” Emangnya Gua Pikirin…?
Dan kekalutan ratusan rumah tangga pun terjadi, dan itu pun baru di kota Semarang, bila ditambah dengan daerah-daerah lain, tentu saja jumlahnya ribuan orang yang kehilangan pekerjaan.
Lalu bagaimana dengan Penggemar Togel, apakah mereka tidak bisa lagi memasang togel…?
Sungguh Na’if, bila alasan para kritikus togel adalah agar masyarakat terhindar dari perjudian tebak angka tersebut.
Sebab, seiring seringnya Togel Darat ditutup, para penggemar mulai beringsut, pindah ke Situs Perjudian Online. Dan makin lama situs perjudian online makin diburu masyarakat, terutama jenis Permainan SLOT.
Dari Tukang Ojek, Pedagang Cilok, Gorengan, Warung Kucingan / Angkringan, Pegawai BUMN, Pegawai ASN, Non ASN, Karyawan Swasta, hingga Anggota Dewan Yang Terhormat pun, Keranjingan Bermain SLOT. Ada kalanya, saat tanggal gajian, saldo rekeningnya sudah bablas disedot Pragmatic Play Game, yang alamat domain utamanya ppgames.net, kemudian setelah “diganggu” Kemenkominfo, domainnya diganti menjadi ejaan yang sulit dilafalkan.
Di sinilah Pangkal Persoalannya. Bila Kepolisian benar-benar Serius Menegakkan Hukum, harusnya Berasaskan Keadilan. Bila Togel Darat “DILARANG” maka Togel Online pun Harus Dibasmi…!
Sebab bila tidak, masyarakat akan beranggapan, agar penggemar togel beralih ke versi online yang tidak memiliki “Sisi Sosial,” berupa penyerapan tenaga kerja.
Sebab pada togel darat, selain menyerap tenaga kerja, di sekitar pengecer juga ada yang mengais rejeki dengan berjualan kopi, tempat penggemar merancang nomor yang akan dibeli.
Jadi demikianlah Bapak-bapak Kritikus Togel Darat, pandangan saya tentang perjudian.
Bila anda menghendaki perjudian togel ditutup, Mintalah pada Bareskrim Mabes Polri Untuk Menutup Seluruh Situs Perjudian Online, ĵangañ hanyà Ķapolres, Ķapolrestabes, yañg “dituntùt”, sebab Judi onĺnè merupaķañ Kejahatan Cyber yang penanganannya di Mabes Polri. Kuncinya Hanya “Mau atau Tidak,” sebab Polisi Kita Sudah Sangat Canggih, Teramat Mudah Untuk Mengungkap Para Bandar Online.
Dan, bila anda hanya mengkritisi togel darat, itu sama halnya dengan mendukung situs judi online.
*** GusBS
