Strategi Hemat Belanja dengan Tren “Hanya Satu”

Strategi Hemat Belanja dengan Tren “Hanya Satu”

Kehidupan yang sederhana, minimalis, efisien, dan penuh makna.

Kehidupan yang sederhana dan penuh kebahagiaan, tentu saja menjadi incaran bagi masyarakat saat ini maupun di masa depan.

Berbagai metode dapat dijalani. Beberapa memilih gaya hidup seperti leluhur manusia dengan tinggal di pegunungan, pesisir pantai, dan hutan dengan memanfaatkan segala sumber daya yang ada di sekitarnya. Ada juga yang memilih hidup tanpa teknologi modern dan mengembangkan teknologi sendiri secara manual.

Banyak orang juga tertarik pada konsep hidup yang ramah lingkungan. Contohnya adalah gaya hidup penduduk Seogwipo di Pulau Jeju, Korea Selatan, yang berlandaskan filosofi bahwa alam dan manusia adalah satu. Jika kita menghargai dan merawat alam, maka segala kebutuhan akan tersedia.

Dalam tengah perkembangan teknologi informasi dan digitalisasi serta penyebaran berita gaya hidup yang cepat, munculah tren YONO. Kata ini merupakan kependekan dari You Only Need One.

YONO merupakan salah satu gaya hidup milenial khusus di bidang seni berbelanja. Dari frasanya sudah dapat disimpulkan awal, yaitu berbelanja sesuai kebutuhan saja, jika mungkin cukup membeli satu barang yang benar-benar diperlukan.

Tren YONO dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi pengeluaran yang tidak perlu. Tentu saja, YONO mengajarkan cara berbelanja yang hemat biaya. Selain itu, YONO juga mengenalkan konsep belanja yang efisien dan efektif.

Berbelanja memang selalu menarik perhatian. Terlebih jika tempatnya berada di pusat perbelanjaan, mal, pasar malam, pasar modern, hypermart, dan sebagainya. Penawaran produk terbaru, yang ikonik dan diskon besar-besaran sering kali membuat seseorang tergoda untuk membeli tanpa rencana. Akibatnya, banyak barang belanjaan yang menumpuk dan tidak diperlukan.

Bagi mereka yang suka berbelanja secara online, tren YONO bisa menjadi pilihan yang tepat. Bagaimanapun juga, penawaran belanja online sering kali membuat pengeluaran menjadi boros. Saya beberapa kali tergoda untuk berbelanja online. Bukan karena barangnya menarik, tetapi karena biaya pengiriman yang lebih besar daripada harga produknya. Akhirnya, saya menambahkan barang dari toko yang sama yang sebenarnya tidak saya butuhkan, hanya untuk mengimbangi ongkir dan pembelian utama.

YONO membawa pesan, belilah hanya satu barang yang benar-benar diperlukan. Jika satu barang digunakan secara maksimal, maka barang tersebut dapat memenuhi kebutuhan hidup.

Saya terkesan dengan kebiasaan penduduk di Pulau Jeju, Korea Selatan yang tampaknya mengikuti gaya hidup YONO. Mereka memang suka berjalan-jalan. Namun, hanya membeli barang yang benar-benar diperlukan. Hal ini membuat penduduk setempat lebih sederhana dalam melakukan perjalanan.

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *