Bahaya Kentang Goreng bagi Penderita Diabetes Tipe 2

Bahaya Kentang Goreng bagi Penderita Diabetes Tipe 2

Kentang gorengYang dijual di restoran cepat saji memiliki kandungan glukosa yang lebih tinggi dan nutrisi yang lebih rendah. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa restoran cepat saji cenderung mengupas kulit kentang sebelum digoreng dan menambahkan gula serta garam untuk meningkatkan rasa kentang goreng. Karena itu, rasa kentang goreng di restoran cepat saji selalu terasa berbeda dengan kentang goreng yang dibuat di rumah.

Namun rasa kentang goreng di restoran cepat saji yang lebih gurih juga lebih berbahaya bagi tubuh. “Untuk restoran cepat saji rantai besar dan kentang goreng beku yang Anda beli di supermarket, kulit kentang dihilangkan, menghilangkan sebagian besar kandungan serat dan segera meningkatkanindeks glikemik,” kataahli nutrisi Integral Wellness,Caroline Roberts, seperti yang dilaporkanHealthline.

Indeks glikemik merupakan indikator yang menunjukkan seberapa cepat karbohidrat dalam makanan berubah menjadi kadar gula darah setelah dikonsumsi. Karena itu, pasien penderita diabetes tipe 2 dilarang mengonsumsi kentang goreng dari restoran cepat saji maupun kentang goreng beku yang dijual di supermarket.

Pasalnya, dalam kentang goreng beku yang dijual di supermarket juga mengandung bahan tambahan, yaitu pengawet, emulsifier, dan minyak olahan yang biasanya tidak digunakan dalam masakan rumah tangga. “Kandungan ini dapat berdampak negatif terhadap mikrobioma usus, meningkatkan peradangan, dan berkontribusi pada resistensi insulin seiring berjalannya waktu,” kata Roberts.

Ketika senyawa kimia ini menyerang kemampuan insulin yang berfungsi untuk mengatur kadar gula darah dalam tubuh. Individu yang tidak menderita diabetes juga akhirnya bisa terkena penyakit diabetes tipe 2 karena pankreas telah kehilangan kemampuannya untuk memproduksi insulin.

Dalam sebuah penelitian yang dilaporkanThe Guardian, risiko peningkatan terserang diabetes juga semakin tinggi jika kentang goreng dikonsumsi lebih dari tiga kali dalam seminggu. Risiko ini meningkat sebanyak 20-27 persen, seperti hasil penelitian dariBritish Medical JournalBahkan, dalam penelitian tersebut dilaporkan bahwa 5,8 juta orang Inggris berisiko mengidap diabetes tipe 2 karena masalah gaya hidup berupa pola makan mereka.

“Kandungan pati kentang yang tinggi, yang menyebabkan indeks glikemik dan beban glikemik yang tinggi, dikombinasikan dengan kemungkinan kehilangan nutrisi dan risiko kesehatan potensial akibat berbagai metode memasak,” tulis laporan tersebut.

Oleh karena itu, penelitian tersebut menyarankan agarkentangGoreng sebaiknya diganti dengan makanan biji-bijian atau jika harus kentang, metode memasaknya diubah menjadi direbus atau dipanggang dengan menggunakan bahan kentang yang tidak mengandung aditif.

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *