Diduga Dana BOS 2025 SMKN 1 Babat Toman Jadi Sorotan, Aktivis Minta Aparat Audit Penggunaan Anggaran Rp459,2 Juta
MEDIA INVESTIGASI | MUBA – Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2025 di SMKN 1 Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin, mulai menjadi sorotan.
Sejumlah pihak mempertanyakan rincian penggunaan anggaran yang dinilai perlu ditelusuri lebih jauh untuk memastikan kesesuaian antara realisasi belanja dengan kebutuhan riil sekolah.
Berdasarkan data penggunaan dana yang beredar, SMKN 1 Babat Toman menerima Dana BOS dalam dua tahap pada tahun 2025 dengan total mencapai Rp459.200.000 untuk 287 siswa penerima.
Pada Tahap I (21 Januari 2025), sekolah menerima anggaran sebesar Rp229.600.000 dengan alokasi terbesar berada pada pos:
Administrasi kegiatan sekolah: Rp60.734.500
Pembayaran honor: Rp79.920.000
Pemeliharaan sarana dan prasarana: Rp31.553.500
Penyediaan alat multimedia pembelajaran: Rp24.900.000
Langganan daya dan jasa: Rp15.950.000
Sementara pada Tahap II (8 Agustus 2025) sebesar Rp229.600.000, tercatat terjadi perubahan pola belanja yang cukup signifikan, antara lain:
Pengembangan perpustakaan: Rp91.840.000
Administrasi kegiatan sekolah: Rp72.443.750
Pemeliharaan sarana dan prasarana: Rp24.248.500
Langganan daya dan jasa: Rp15.770.000
Pembayaran honor: Rp11.160.000
Perbedaan komposisi anggaran antar tahap tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai dasar perencanaan dan efektivitas penggunaan dana, khususnya pada pos dengan nilai besar.
Sejumlah pemerhati pendidikan menilai, penggunaan Dana BOS pada prinsipnya wajib memenuhi asas transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Karena itu, apabila terdapat dugaan ketidaksesuaian antara laporan dan kondisi nyata di lapangan, maka mekanisme audit dan klarifikasi menjadi langkah yang tepat.
Aktivis antikorupsi juga mendorong agar pihak terkait melakukan penelusuran menyeluruh terhadap dokumen pertanggungjawaban, bukti belanja, hingga realisasi fisik dari setiap kegiatan yang menggunakan Dana BOS.
Hingga berita ini disusun, pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi terkait munculnya sorotan terhadap penggunaan anggaran tersebut.(Red)
