Dugaan Pungutan Kunjungan Industri di SMKN 1 Sekayu Jadi Sorotan, Kepsek Dinilai Bungkam Saat Dimintai Klarifikasi
Media investigasi| Sumatera Selatan – Dugaan praktik pungutan yang dikaitkan dengan kegiatan kunjungan industri kembali menjadi sorotan publik di lingkungan pendidikan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan. Kali ini perhatian mengarah kepada kegiatan yang disebut dilaksanakan oleh SMK Negeri 1 Sekayu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun tim investigasi, kegiatan kunjungan industri ke Pulau Jawa pada awal tahun 2026 diduga melibatkan sekitar 100 peserta didik. Dalam pelaksanaannya, muncul informasi bahwa peserta diminta menanggung biaya kegiatan.
Temuan ini memunculkan pertanyaan mengenai dasar pelaksanaan kegiatan, mekanisme pengambilan keputusan, transparansi pembiayaan, serta apakah pelaksanaannya telah sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan pendidikan.
Keterangan yang diperoleh dari narasumber yang disebut berasal dari lingkungan pendidikan di Kabupaten Musi Banyuasin turut memperkuat perhatian terhadap persoalan tersebut.
Sorotan tidak hanya tertuju pada dugaan pembiayaan kegiatan, tetapi juga pada minimnya respons dari pihak sekolah. Awak media mengaku telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala SMKN 1 Sekayu, Zaidan Jauhari, S.Pd., M.T., guna memperoleh penjelasan dan memastikan keberimbangan informasi.
Namun hingga berita ini disusun, upaya konfirmasi disebut belum memperoleh tanggapan. Media juga mengaku nomor kontak yang digunakan untuk meminta klarifikasi tidak lagi dapat dihubungi.
Sikap tersebut memunculkan pertanyaan di tengah publik karena klarifikasi merupakan bagian penting dalam prinsip keterbukaan informasi dan pemberitaan yang berimbang. Ruang penjelasan dari pihak sekolah dinilai penting agar tidak berkembang asumsi maupun spekulasi di masyarakat.
Masyarakat kini menunggu penjelasan resmi dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan terkait mekanisme kegiatan tersebut serta apakah terdapat evaluasi terhadap pelaksanaan kunjungan industri yang melibatkan pembiayaan dari peserta didik.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat pernyataan resmi dari pihak sekolah terkait informasi yang beredar. Tim investigasi menyatakan masih melakukan pendalaman dan membuka ruang hak jawab kepada seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan.
