OASA Buka Kabar Terbaru Proyek Waste to Energy, Tanda-tanda Menang Lelang Danantara?

OASA Buka Kabar Terbaru Proyek Waste to Energy, Tanda-tanda Menang Lelang Danantara?

PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) mengungkapkan berita terbaru mengenai proyek pengelolaan sampah atausampah ke energi(WtE) yang sedang dikerjakan. Melalui akun media sosial Instagram milik perusahaan, manajemen OASA memberikan sinyal terlibat dalam proyek waste to energy yang sedang dikerjakan oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara.

“Tangerang Selatan dan Jakarta Barat,” tulis Maharaksa Biru Energi dalam komentar media sosial Instagram Danantara terkaitEnergi dari Sampah(WtE), Selasa (16/7).

Di akun resmi @Danantara.Indonesia, lembaga pengelola kekayaan negara atau dana investasi kekayaan negara (SWF) tersebut menyampaikan bahwa sampah kota bukan hanya tumpukan yang mengganggu. Dampaknya menyebar hingga kesehatan, lingkungan, bahkan roda ekonomi.

Danantara menyebutkan di balik masalah selalu ada peluang. Teknologi Waste-to-Energy (WtE) mengubah sampah menjadi solusi: mengurangi emisi, menyediakan energi bersih, sekaligus memperkuat ekonomi sirkular.

  • Profil Emas Merdeka (EMAS) Ubah Nama Pani Bersama Jelang IPO, Intip Peluang Dividen
  • Perhitungan Right Issue PANI, Harga Pelaksanaan Diperkirakan Bisa Mencapai Rp 17.800
  • Lirik Pembangkit Sampah, TOBA Mengungkap Status Kerja Sama dengan CDIA dan Danantara

“Bagi Danantara Indonesia, mengeksplorasi teknologi WtE berarti berinvestasi pada masa depan yang lebih sehat, hijau, dan berdaya,” tulis Danantara.

Dalam unggahan tersebut, OASA kemudian memberikan respons. Mereka menulis komentar, “Mari bersihkan Indonesia!”.

Respons dari OASA di akun Danantara mendapat respons dari netizen dan bertanya apakah OASA sudah menang tender yang sedang digelar Danantara. Manajemen menjawab bahwa perusahaan telah mengerjakan proyek waste to energy untuk wilayah Tangerang Selatan dan Jakarta Barat.

telah meminta konfirmasi kepada Maharaksa Biru Energi terkait nilai investasi dan apakah, namun hingga berita ini tayang, perusahaan belum merespons.

OASA Bekerja Sama dengan Mitra Tiongkok Membangun PSEL Senilai 2,65 Triliun Rupiah di Tangsel

Merujuk ke halaman resmi perusahaan, PT Maharaksa Biru saat ini berencana melaksanakan aksi korporasi berupa Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Dari aksi ini, OASA akan mengembangkan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Tangerang Selatan dengan menjual listrik ke PT. PLN berkapasitas 19,6 MW. Nilai investasi dari aksi korporasi ini mencapai Rp 2,65 triliun.

Kemudian OASA menegaskan sebagian dana private placement akan dialokasikan untuk pengembangan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Tangerang Selatan. Sementara sisanya akan digunakan untuk mendukung ekspansi bisnis melalui anak perusahaan.

Dalam rencana bisnisnya, OASA akan membentuk perusahaan patungan (joint venture) dengan mitra strategis dari Tiongkok untuk membangun sekaligus mengoperasikan PSEL tersebut. Proyek PSEL ini memiliki kapasitas 19,6 MW dengan nilai investasi mencapai Rp 2,65 triliun.

Nantinya, listrik yang dihasilkan akan dijual kepada PT PLN (Persero) melalui perjanjian kerja sama dengan jangka waktu 27 tahun. OASA melalui anak usahanya, PT Indoplas Energi Hijau (IEH), akan membentuk perusahaan patungan dengan China Tianying Inc. (CNTY).

Dalam skema kemitraan ini, IEH akan menguasai 76% saham, sedangkan CNTY akan memiliki 24% saham. “Saat ini, proses finalisasi pembentukan perusahaan patungan berada pada tahap akhir,” kata Manajemen OASA.

Sebelumnya, IEH dan CNTY telah membentuk konsorsium untuk mengikuti lelang PSEL Tangerang Selatan. Nantinya, perusahaan patungan tersebut akan bertindak sebagai badan usaha pelaksana proyek di Tangerang Selatan.

Danantara Fokus Investasi Energi dari Sampah

Sebelumnya Danantara mengatakan peraturan presiden (perpres) terkait program pengelolaan sampah ataulimbah ke energi(WtE) selesai. Peraturan Presiden dikeluarkan bersamaan dengan peluncuran Patriot Bonds atau Obligasi Patriotik oleh Danantara. Gerakan investasi ini akan dialokasikan untuk beberapa proyek strategis, salah satunya pengelolaan sampah nasional.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, melalui Patriot Bonds, Danantara akan mengumpulkan dana hingga 3,1 miliar dolar AS atau sekitar 50 triliun rupiah.

Kepala Eksekutif Perusahaan (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa proses lelang akan segera dilaksanakan di sejumlah daerah yang telah siap, antara lain Jakarta, Bandung, Bali, Semarang, Surabaya, dan Makassar.

“Dan daerah-daerah lain yang menjadi prioritas yang sudah bisa berjalan, kami akan melakukan proses lelang secara terbuka dan transparan,” kata Rosan kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (4/9).

Selanjutnya, pemerintah akan mengesahkan Peraturan Presiden baru untuk menggantikan tiga aturan lama terkait pengelolaan sampah. Hal ini dilakukan untuk menyederhanakan birokrasi dan memperbaiki alur bisnis yang dinilai masih rumit serta kurang menguntungkan bagi pengembang.

Adapun tiga peraturan sebelumnya, yaitu Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut, Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan, dan Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga.

Aturan baru tersebut akan mengatur sejumlah aspek, termasuk penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan sistem open dumping serta pembahasan mengenai pengembangan teknologi Waste to Energy (WTE).

Berdasarkan riset NH Korindo Sekuritas Indonesia, revisi aturan tarif dan penyederhanaan birokrasi dalam pengelolaan sampah dinilai memberikan peluang positif bagi para pengembang. Salah satu poin pentingnya adalah PLN mengajukan tarif baru untuk Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) sebesar 22 sen dolar AS/kWh, naik dari sebelumnya 13 sen dolar AS/kWh.

Selain itu, skema biaya tip berpotensi dihapus, sehingga kerja sama antara pengembang dan PT PLN (Persero) dalam mengelola sampah menjadi energi listrik akan lebih efisien dan menarik secara bisnis. Seiring perkembangan tersebut, NH Korindo Sekuritas Indonesia memprediksi sejumlah saham berpotensi menguntungkan.

Salah satu perusahaan, OASA, sedang membangun PLTSa di Jakarta Timur dan diperkirakan mulai beroperasi pada kuartal pertama 2026 serta proyek PLTSa Cipeucang, Tangerang Selatan dengan kapasitas 25 MW. Sementara itu, MHKI yang merupakan pengelola limbah di Bantargebang, Bekasi, rencananya akan melakukan ekspansi bisnis ke bidang pengelolaan sampah baru serta memperluas cakupan operasi ke Lamongan, Jawa Timur.

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *