Primbon Jawa: Arti Kelahiran 4 November 1999 Menurut Perhitungan Wuku dan Weton
BOLTIM Pikiran Rakyat –Primbon Jawa, kelahiran tanggal 4 November 1999 memiliki makna yang unik jika dilihat melalui perhitungan wuku dan weton. Ramalan ini membahas mengenai sifat, pergaulan, harta/rezeki, jodoh, kesesuaian dalam pekerjaan, serta sifat dan perilaku menurut Primbon Jawa.
Primbon Jawa sendiri dipercaya oleh masyarakat Jawa bahkan di luar Pulau Jawa sebagai cara mengetahui keberuntungan di masa depan. Meski hanya ramalan, namun banyak orang yang mempercayai proses kehidupan yang dihitung berdasarkan perhitungan wuku dan weton.
Sebelum melanjutkan ke Ramalan Primbon Jawa Lahir 4 November 1999 berdasarkan perhitungan wuku dan weton, bahwa Primbon Jawa merupakan kitab warisan leluhur yang berorientasi pada hubungan manusia dengan alam semesta. Bahkan hingga saat ini, Primbon dipercaya sebagai pedoman atau acuan dalam menentukan tindakan atau sikap dalam beraktivitas.
Sementara beberapa kitab Primbon Jawa telah disimpan rapi oleh pemerintah Indonesia di Perpustakaan Nasional. Jenis-jenis primbon yang ada di perpustakaan antara lain Kitab Ta’bir, Primbon Padhukunan Pal-Palan, Mantra Siwastra Raja, dan Lontarak Bola.
Berikut ramalan Primbon Jawa lahir 4 November 1999 menurut perhitungan wuku dan weton:
• Tanggal Masehi: 4 November 1999, Kamis Respati
• Tanggal Jawa: 25 Rejeb 1932, Kemis Pon
• Tanggal Hijriah: 25 Rajab 1420
Tokoh berdasarkan weton
• Dina: Kemis Sangar menakutkan.
• Pasaran: Pon Bicaranya banyak diterima orang, suka tinggal di rumah, tidak mau memakan yang bukan kepunyaannya sendiri, suka marah kepada keluarganya, jalan pikirannya sering berbeda dengan pandangan umum. Suka berbantahan, berani kepada atasan. Rejekinya cukup.
• Haståwårå/Padewan: Brama Tidak sabar, emosional.
• Sadwårå: Mawulu (Benih) Was-was dan curiga.
• Sångåwårå/Padangon: Dadi (Kayu) memiliki sifat tinggi dan tidak ingin dikalahkan orang lain.
• Saptåwårå/Pancasuda: Satrya Wirang sering mendapat malu atau dipermalukan.
• Rakam: Harimau yang cukup tetapi hatinya selalu gelisah.
• Paarasan: Lakuning Srêngéngé Sentosa, berwibawa, menghidupi, menerangi.
Tokoh berdasarkan wuku
• Dewa Bumi: Bethara Maha Dewa.
• Pohonnya Gendhayakan: Menjadi pelindung atau penolong orang sakit.
• Burungnya Atat Kembang: Menjadi pegawainya orang besar, sering mengabdi.
• Bangunannya di depan: Suka memperlihatkan kekayaannya.
• Kaki berendam di air : Perintahnya lembut di depan panas di belakang. Wuku Landhep Soroting Srengenge
• Menerangi hati semua orang. Aralnya: Jatuhnya pohon / kayu.
• Sedekah / sesaji: Nasi pulen dang-dangan beras senilai zakat fitrah, iwake menjangan dikolak, digecok, dan dibakar.
• Do’anya: Kabul, Selawatnya: 4 ketheng.
• Kala Jaya Bumi: berada di barat menghadap ke timur.
• Selama 7 hari jangan mengunjungi Kala.
• Pesawat mendarat di bandara.
• Wuku Landep baik untuk mengasah pedang, membuat pagar, membuat perahu ikan.
• Tidak baik untuk pindah rumah, mengadakan pernikahan, berusaha, dan membuat pintu.
Demikian ramalan kelahiran 4 November 1999 menurut perhitungan weton dan wuku dalam Primbon Jawa. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan dan memberikan gambaran tentang karakter, nasib, serta perjalanan hidup yang diungkap melalui perhitungan tradisional Jawa.
Tetaplah bijak dalam menyikapi ramalan ini, dan jadikan sebagai referensi tambahan untuk mengenal diri lebih baik. Semoga bermanfaat!
Ingin tahu ramalan tentang tanggal dan tahun kelahiranmu menurut perhitungan wuku dan weton dalam Kitab Primbon Jawa? Kamu bisa langsung mencarinya di kolom pencarian Boltim Pikiran Rakyat.***
